Kisah Sukses Kilala Tilaar yang Dimulai Dari Tukang Lap

330 views

Saat ini banyak sekali orang yang mengharapkan kesuksesan tetapi tidak ingin mengalami kesusahan terlebih dahulu. Tentunya hal ini sangat jarang untuk terwujud. Walaupun terwujud, sudah pasti dia tidak akan bertahan lama.

Jika diibaratkan, mungkin seperti memetik buah dari pohon tetapi tidak ikut merawat pohon dari biji. Oleh karena itu, jika anda menginginkan sebuah kesuksesan, maka anda harus rela bersusah-susah terlebih dahulu.

Coba saja anda lihat di kehidupan nyata, mana ada pengusaha yang sukses tanpa mengawalinya dari bawah? Tentunya tidak ada, kecuali seseorang yang diberi usaha oleh orang tuanya.

Tetapi, ternyata ada seorang anak dari pengusaha sukses dari Indonesia yang malah “dibuang”. Tentunya hal tersebut tidak dilakukan tanpa alasan, melainkan agar anak tersebut dapat merasakan susahnya merintis sebuah usaha hingga meraih kesuksesan. Penasaran siapa orang tersebut? Berikut ini adalah sepenggal ceritannya.

Lihat Juga : 26 Daftar Web Hosting Harga Murah Berkualitas Terbaik di Indonesia Tahun 2017

Kilala Tilaar, Si Anak Pengusaha Sukses yang “Dibuang”

Menjadi seorang anak pengusaha sukses tentunya hidupnya sudah sangat terjamin. Tetapi fakta tersebut sangat berbeda dari anak pengusaha sukses, Martha Tilaar.

Kilala Tilaar namanya. Anak dari Martha Tilaar tersebut tidak langsung menjadi seseorang yang sukses hanya dalam satu langkah saja. Akan tetapi, ia malah menjalani kesukseannya dengan terlebih dahulu bersusah payah.

Memang terdengar sangat aneh, tetapi itulah kenyataan dari laki-laki lulusan S-2 di Harvar University ini. Dia memang sengaja digembleng oleh ibunya agar dapat merasakan pahit dan susahnya merintis sebuah bisnis.

Sewaktu dalam proses penggemblengan ini, Kilala mau tidak mau menjadi tukang lap dalam usaha spa yang dirintisanya.

Mulai dari Tingkatan Terbawah

Kilala Tilaar harus mengawali proses menuju kesuksesnya pada tahun 2005 dari level paling bawah. Walaupun ia adalah anak dari seorang Martha Tilaar, tetapi ia malah “dibuang” dan digembleng oleh ibunya sewaktu ia baru lulus dari pascasarjana di sebuah unit spa yang masih sangat baru dan tentunya belum mapan dan malah mengalami kerugian.

Uniknya, di unit spa tersebut, laki-laki lulusan Harvard ini memulainya menjadi seorang staf yang harus membantu seorang manajer.

Sebagai seorang staff, Kilala mengaku jika ia harus mengerjakan banyak hal, mulai dari mempersiapkan pembukaan hingga membersihkan sarana spa dan memasang parquet.

Tentunya pada saat itu, Kilala merasa kesal, karena ia tidak mendapatkan posisi teratas, layaknya teman-temannya yang juga anak pengusaha.

Sadar, Bahwa Proses Sangat Penting

Walaupun di awal dia merasa kesal, tetapi seiring berjalannya waktu, ia pun sadar dan mengerti jika proses dari bawah tersebut sangat penting untuk ia jalani, agar ia memahami jalannya suatu perjalanan bisnis hingga bisa meraih sukses. Walaupun kala itu juga ia harus kehilangan banyak sekali berat badan.

Setelah melaluinya selama 5 tahun, ia pun meraih buah dari perjuangan yang dilakukannya. Dia akhirnya diberih amanat untuk menjadi seorang GM Operasional.

Termotivasi Untuk Membuktikan Diri

Setelah dia menerima jabatan tersebut, dia tidak langsung merasa puas, melainkan lebih termotivasi untuk membuktikan, bahwa dirinya memiliki kualitas dan kapabilitas yang sangat baik.

Ia melakukan berbagai macam strategi di Spa dengan bendera PT. Cantika Puspa Pesona. Strategi itu antara lain adalah merancang sistem, membuka cabang, dan “merampingkan” mitra waralaba yang “nakal”.

Tentunya dengan strategi tersebut, ia berhasil membuat perusahaan tersebut mendatangkan mitra waralaba yang potensial, padahal sebelumnya perusahaan tersebut tergolong perusahaan yang minus.

Karena kesuksesannya ini, sang ibu, Martha Tilaar, memberikan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pimpinan pemasaran di Martina Berto.

Buat Terobosan

Saat menjabat menjadi pimpinan pemasaran di Martina Berto. Ia juga tidak tinggal diam, ia langsung membuat sejumlah terobosan.

Pada tahun 2008, dengan terobosan yang dirancangnya tersebut, ia mampu memasukkan produk Martine Bero ke Dewi Sri Spa Metro dan Sogo hanya dalam waktu kurang dari 12 bulan.

Related Post

Leave a reply