3 Kelebihan Program Indonesia Android Kejar Buatan Google, Simak ini

351 views

Pada awal bulan Maret kemarin, Raksasa Mesin Pencari, Google, mengajak penduduk Indonesia untuk belajar pemograman Android melalui kegiatan yang memiliki nama Indonesia Android Kejar.

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini diajari bagaimana cara membuat sebuah aplikasi Android secara online melalui situs Udacity dan juga diajari secara offline dengan membentuk kelompok-kelompok belajar yang telah disiapkan Google. Kegiatan ini telah disiapkan Google di 5 kota besar di Indonesia.

Menurut Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, terdapat sekitar 100 kelompok yang tersebar di Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarya, dan Surabaya.

Jason mengatakan bahwa di setiap kelompok belajar terdapat kurang lebih 20 orang, jadi total dari seluruh peserta Indonesia Android Kejar kurang lebih berjumlah sekitar 2 ribu peserta.

Lantas apa saja yang didapatkan oleh para peserta Indonesia Android Kejar. Penasaran? Berikut ini adalah beberapa yang didapat oleh para peserta kegiatan tersebut.

Lihat Juga : 26 Daftar Web Hosting Harga Murah Berkualitas Terbaik di Indonesia Tahun 2017

1. Bisa memilih kurikulum sesuai dengan kemampuan

Ketika seseorang mendaftar untuk mengikuti program Indonesia Android Kejar, maka ia dapat memilih kelas apa yang sesuai dengan kemampuannya. Kelas-kelas tersebut terbagi menjadi 3, yakni Beginner, Intermediate, dan Advance.

Kelas Beginner tentunya ditujukan bagi peserta yang sama sekali belum memiliki pengetahuan untuk membuat sebuah aplikasi Android. Untuk kelas Intermediate ditujukan bagi peserta yang telah paham pemrograman Android, tetapi tidak terlalu. Sedangkan untuk kelas Advance ditujukan bagi peserta yang sehari-harinya mengkonsumsi barisan kode pemrogramman Android.

Para peserta yang berada di kelas Beginner akan diajarkan cara untuk membuat tampilan atau layout dari sebuah aplikasi Android. Selain itu, mereka juga akan membuat fungsi interaksi dari aplikasi yang mereka buat dan juga diajarkan mengenai bagaimana suatu aplikasi Android bekerja.

Untuk melengkapinya, mereka juga diberi sedikit penjelasan tentang pemrograman beroientasi objek atau OOP (Object-orienterd Programming).

Untuk para peserta yang berada di kelas Intermediate, meraka akan lebih diarahkan untuk menghubungkan sebuah aplikasi Android dengan API atau Application Program Interface. Selain itu, mereka juga diajarkan mengenai cara-cara untuk membuat suatu database dan cara membuat sebuah aplikasi yang dapat berjalan di background.

Sedangkan untuk para peserta yang ada di kelas Advance, mereka akan belajar mengenai bagaimana cara menerapkan Material Design ke dalam aplikasi Android yang telah mereka buat. Selain itu, Google juga mengajarkan mereka cara agar dapat mengidentifikasi performa dari sebuah aplikasi.

2. Fasilitator yang sangat berpengalaman dan ahli

Agar fasilitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, maka Google menyiapkan seorang fasilator sebagai pendamping di tiap kelompok. Tentunya fasilator tersebut bukan orang yang sekedar dipilih, melainkan ia dipilih karena sudah ahli dalam pemrogramman Android, dan bahkan beberapa dari fasilitator merupakan Google Developer Expert.

Andrew Kurniadi merupakan salah satu fasilitator yang berasalah dari Google Developer Expert. Dia menjadi fasilitator di kelas Intermediate. Andrew merupakan seorang yang ahli di bidang pemrogramman Android, wearable, dan UI/UX.

Selain itu, ia juga telah bekerja beberap tahun di Amerika Serikat. Tentunya kemampuannya dalam bidang pemrogramman sudah tidak dapat diremehkan.

Selain itu, Andrew juga menuturkan jika dia telah mempelajari pemrogramman Android sejak tahun 2009.

3. Suasana belajar yang tenang dan nyaman

Google memang sengaja membuat kelompok dengan jumlah peserta yang sedikit, agar para peserta lebih dapat berkonsentrasi. Selain itu, mereka juga dapat dengan mudah berdiskusi dengan fasilitator yang ada di kelompok tersebut.

Related Post

Leave a reply